
![]() ![]() hello guys! Could be is this a friends? Yeah, you now me, thanks :) Dont forget to follow! ♥ Song ♥ Who My Friends? ♥ Writter ![]() ![]() Template & Skin by : Husnaa. Big help from : Wani | WHI | C4U | Una
| The Green Light *part 2*
Senin, 28 Mei 2012 | 04.02 | 0 Sweet Cupcake
Hai! Gimana kabarnya? Uh, aku menyempatkan kesempatan emas sebelum belajar nanti malam. Well, we should have to read a story PART TWO. Have fun, guys^^*** "Tidak, mungkin terselip. Makasih Hani...yuk!" Gena tersenyum manis kembali, membuat hati Hani dan Kattie kembali ceria. Namun keceriaan mereka berhenti ketika mereka menuju ruang lab. science "BRAAAKK!!' Hani terjatuh. "Hahaha!" Gena menggeram. "Kamu! Kenapa kamu berbuat seperti itu?!" Kattie membantu Hani bangun. "Hey! Minta maaf kepada Hani!" teriak Kattie memegang pundak Hani yang lemah. "Hani, kamu tidak apa-apa?" bisik Kattie. Hani hanya menggeleng lemah, matanya berkunang-kunang. "Oh, memang kami peduli dengan gadis sok pinter itu?! Heh, bodoh, deh!" gelak anak perempuan berambut hijau itu. "WILLY THOMPSON!" anak perempuan itu diam, Gena tidak berteriak, Kattie juga tidak berteriak, apalagi Hani yang sedang lemah tidak mungkin berteriak. Setelah menengok ke belakang, mata anak perempuan itu tidak percaya. "M...Miss...Miss...Miss Marshella?!" seru anak perempuan itu yang ternyata namanya Willy, Teman-Teman. Sedikit info, dia adalah gadis tercantik di sekolah ini, geraian rambutnya halus, tetapi sayang sekali, di hatinya hanya ada setengah cantik, dan setengahnya lagi berdebu. Pyuh! "Ikut Miss Shella, Ms. Thompson! Kamu harus dihakimi oleh Mrs. Jennie. Jujur tak jujur, saya harus mengatakan yang sebenarnya. Maaf. Sekarang, ikut Miss menuju ruang buddy class!" tegas Miss Marshella Whitey, wakil kepala sekolah A. Walaupun cantik, ia tegas, lho! Willy menelan liurnya, tanda ketakuttan. Namun bagaimana lagi? Jika itu adalah Tabatha, mungkin ia bisa memohon-mohon. Namun, nasi telah menjadi bubur. Dengan kesal, ia mengikuti Miss Shella. "Ayo kita ke lab. science," ajak Hani pelan. Kattie dan Gena memandang Hani iba. Hani tersenyum, "nggak apa-apa, kok! Its, okay! Ayo kita kesana! Aku tidak mau di UKS, nggak enak. Mending belajar. Ya, nggak?" "Kamu adalah sahabat baik kami!" Kattie dan Gena memeluk Hani. Hani tersenyum. :) "Gena mendapat nilai 90, Hani mendapat nilai 100, Ila mendapat nilai 80, Jihan mendapat 88..." sampai, "Kattie mendapat 95." Hani merangkul kedua temannya. "Nilai kita tinggi, ya!" Hani puas. Gena tersenyum mengangguk. "Nilai ini aku peroleh karena persahabatan kita berjalan lancar!" "Ya, Kattie sangat setuju, bahkan sesembilan!" Hani dan Gena terdiam terpaku, diliriknya. Itu WILLY! "Hah?! Mana Kattie?!" teriak Hani, suaranya sangat keras. Siap-siap tinju, nih Hani. Haha.... "Dimana, ya? Dikasih tahu nggak, yoaaa?" Willy bertopang dagu. Hani mendekati Willy, lalu bersiap-siap menonjok Willy. Namun Gena mencegahnya. "Orang yang melawan dan mengejek kita adalah orang yang takut. Takut kalah. Ia mencoba membuat kita terhayang dengan pikirannya," mata tajam Gena menuju Hani. Hani mengangguk. "Namun ia butuh pelajaran karena telah mengambil Kattie. Kita harus memberi hukuman yang setimpal!" Hani mengepal tangannya, dan raut mukanya bertanda marah. "Aku tahu. Begini...bagaimana kalau kita ke taman?" ajak Gena. "Setuju! Daripada ngedengerin orang yang panas ini! Uweeekk! K.a.m.s.e.u.p.a.y!" tindas Hani, lalu mengejar Gena menuju taman. Hani sempat mendengar suara Willy, "haha, jebakan akan menantimu!" "Nah, bagaimana kalau...........psstt.....pssttt!" usul Gena. "Boleh! Eh, tahu nggak? Kalau......................" *** Sorry, maaf kalo kepotong dan membuat kalian makin penasaran. Sedikit bocoran The Green Light part 3, Kattie akan ketemu disuatu daerah. Daerah apakah itu? Willy juga mempunyai jebakkan yang BIKIN COKELAT GAWAT DARURAT! Saking daruratnya, ada salah satu dari Hani dan Gena yang hampir masuk ke dokter asma. Lho? Kalo masuk ke jurang, pasti dokternya broken leg and arm, dong! Dan di daerah itu pedesaan! Nggak banyak polusi. Kok bisa jadi ke dokter asma, sih? Temukan jawabannya hanya di THE GREEN LIGHT PART 3 Penulis, Adelia |